Silaturahmi Puskesmas
Program Silaturahmi antar sesama pengguna simpus kali ini menuju puskesmas Syamtalira Bayu, salah satu puskesmas yang berada di wilayah Aceh Utara, tentunya masih dalam kawasan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, begitulah orang menyebutnya sekarang (kalau dahulu Aceh).
Silaturahmi para pengelola dan petugas simpus ini diprakarsai oleh pihak Inwen dan gtz. Kunjungan pertama dilakukan pada hari Rabu 22 Oktober 2008 yang diikuti oleh staf puskesmas dan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang tersebar di 10 wilayah implementasi program dalam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang terdiri dari :
1. Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen
2. Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe
3. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara
4. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur
5. Dinas Kesehatan Kota Langsa
6. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang
7. Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah
8. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah
9. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara
10. Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues
Dalam kunjungan ini para partisipan melihat langsung bagaimana SIMPUS-NAD diterapkan di Puskesmas Bayu, kunjungan dilakukan pada beberapa ruang pelayanan, diantaranya Loket, Poli Umum, KIA, Gigi dan Apotek. Pada kesempatan ini partisipan berdialog secara langsung dengan petugas-petugas di ruangan yang sedang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara dalam sesi diskusi yang dilakukan di aula puskesmas, pihak tuan rumah dalam hal ini mempresentasikan mengenai profil puskesmas Syamtalira Bayu. Presentasi ini menjelaskan tentang program-program yang telah dan akan dicapai puskesmas, trend kesehatan di wilayah kerja puskesmas, data kesakitan dan kunjungan pasien ke puskesmas, fasilitas-fasilitas pelayanan yang dimiliki oleh puskesmas serta efesiensi yang dirasakan setelah adanya aplikasi SIMPUS-NAD dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Diskusi ditutup dengan acara tanya jawab dan sharing pengalaman antara peserta dengan tuan rumah, ada harapan positif yang dirasakan peserta setelah melihat secara langsung kondisi apabila SIMPUS difungsikan sebagai alat bantu pelayanan, walaupun pada hakekatnya apa yang terjadi di Syamtalira Bayu masih belum berjalan 100%, tapi setidaknya diperoleh gambaran bila kedepannya program ini dapat berjalan secara maksimal di puskesmas.
Tidak ketinggalan acara foto-foto bersama yang dilakukan dalam silaturahmi kali ini, mengambil latar belakang puskesmas sebagai objek yang dapat dijadikan sebagai bukti paling otentik akan acara penuh keakraban ini.
Silaturahmi pada hari Kamis 23 Oktober 2008 dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan Lhokseumawe (tetangga terdekat dari Kabupaten Aceh Utara dan dahulunya berada dalam satu wilayah administratif) yang terdiri dari Team Simpus Dinas dan perwakilan dari puskesmas di wilayah kota lhokseumawe. Teknis acara berlangsung sama dengan kunjungan pertama, yaitu diawali dengan kunjungan ke masing-masing ruang pelayanan dan diakhiri dengan dialog dan sharing informasi diantara tuan rumah dan tamunya.
Disela-sela berlangsungnya diskusi tersebut, Kadinkes Kota Lhokseumawe hadir di aula puskesmas, dalam pada itu kegiatan diskusi dan temu ramah ini terus berlangsung. Sesi tanya jawab datang, tamu bertanya dan tuan rumah menjawab, begitulah yang terjadi didalam ruangan. Ada salah seorang tamu bertanya bagaimana seorang drg. Kamariah (Kepala Puskesmas Bayu) me-manage program simpus, sementara awalnya berada dalam kondisi yang dapat dikatakan tidak berjalan?.
Menurut drg. Kamariah, kunci utama terciptanya kondisi seperti sekarang adalah bagaimana menegaskan suatu komitmen untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, dan untuk hal tersebut pendekatan yang dilakukan seorang kepala terhadap stafnya adalah faktor yang sangat menentukan pencapaian keberhasilan tersebut..
Dalam kesempatan berbicaranya, Saifuddin Saleh, SH selaku kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe menyampaikan harapan dengan dilakukan silaturahmi dan diskusi ini pihak Dinas Kesehatan Lhokseumawe dan puskesmas-puskesmas yang berada di bawahnya dapat berupaya lebih maksimal lagi untuk bisa mengimplementasikan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu ditambahkan juga bahwa pihaknya dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, salah satunya dengan menjadikan aplikasi SIMPUS-NAD ini sebagai alat bantu pelayanan serta salah satu acuan untuk pengambilan keputusan di bidang kesehatan.
Paparan Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe










saluuutt.,.,
Wah, mudah-mudahan Puskesmas Mon Geudong juga bisa sip ya SIMPUS nya, ayo semangat kawan kawan! jangan mau kalah.
Luar biasa motivasi Kadis deng Kapus dalam memajukan dan menerapkan simpus kedalam manajamen puskesmas. Semoga Kadis dan Kapus Aceh Timur bs seperti itu.