SIMPUS …. Apa Kabarmu ?
Hampir Genap setahun Airputih menjadi Team Implementor SIMPUS untuk wilayah Coastal, banyak suka dan duka yang dialami team lapangan. Namun seimbangkah hasil yang sudah dicapai dilapangan. Kami tak bisa menjawab dan tak berani tuk mengomentari hal tersebut. Dalam perjalanannya memang tak selalu mulus, kerikil tajam dan sandungan acap kali mewarnai perjalanan Implementasi SIMPUS NAD itu sendiri. Bagaimana cara kita untuk dapat mengukur keberhasilan dan kegagalan tersebut. Biarlah ini menjadi perhatian dan sorotan dari Pihak Puskesmas dan Dinas yang menjadi pemilik SIMPUS ini sendiri.
Kami Bukanlah pemilik SIMPUS, namun kami sangat merasa memiliki dan sangat berkeinginan kuat agar SIMPUS ini bisa berjalan dengan sewajarnya. Untuk hal yang demikian, kiranya sangat dibutuhkan perhatian extra dari berbagai pihak tuk mencapai kemajuan tersebut. Dinas Propinsi dan Kabupaten/Kota adalah harapan dan tumpuan untuk SIMPUS NAD ini sendiri, tentunya tak lepas dari rasa peduli dan kemauan dari pihak Puskesmas yang melibatkan Kepala Puskesmas sebagai Penanggung Jawab Utama dimasing-masing Puskesmas dan Staf puskesmas yang menjalankan aplikasi tersebut.
Bagaimana Puskesmas yang sudah menjalankan SIMPUS dan bagaimana juga untuk Puskesmas yang belum melaksanakan sama sekali dan melaksanakan setengah-setengah .. ?
Mari kita saling melihat dan mengomentari diri sendiri untuk kemajuan kita bersama dan kemajuan SIMPUS NAD khususnya






Maju terus kawan
anggap ini ladang ibadah kita untuk memberikan yang terbaik buat puskesmas…
mengingatkan aku akan syair lagu 1910 milik Iwan Fals
” apa kabar kereta
yang terkapar di senin pagi
digerbongmu ratusan orang yang mati
hancurkan mimpi bawa kisah…
…meninggalkan tanya yang tak terjawab”
semoga saja tidak muncul syair 1910 versi edit
haha..
tenanggg… semoga yang muncul syair nya Ebiet //
“ijinkanlah, ku kecup keningmu…
bukan hanya ada di dalam angan..”
hehehe…lagu itu bukan untuk anda lohhhh :p